
Lebaran hari kemenangan, anak - anak pun bisa menikmati sambil silahturahmi. Istilah "nambang" sangat kental untuk mereka. Demikian pula dengan si bungsu Icha ketika usai silahturahmi halal bihalal dengan walikota Batam di Asrama Haji Batam Center.
Nambang biasa digunakan bagi para sopir atau pengojek ketika mencari nafkah, namun nambang yang dimaksud anak saya yang berumur 6 tahun tersebut adalah upaya yang mereka lakukan dengan berkunjung ke tetangga bermaaf- maafan dalam rangka berlebaran dan dibalik itu ada " ang paow" yang diberikan oleh pihak tuan rumah bagi anak - anak.
Nilai uang tidak begitu penting bagi Bungsu daro tiga bersaudara tersebut, namun kebersamaan dengan rekan - rekan sebaya dana nambang menjadikan cerita yang cukup menarik. Mulai tas kecil untuk menyimpan uang sampai pada upaya memilih rumah yang dimungkinkan untuk mendapatkan ang paow.
Menariknya lagi, anak sekarang sudah mulai kritis menilai seseorang dalam menerima kehadiran mereka ke rumah, ada yang dibilang pelit ( maaf), malah ada yang mereka komentari dengan sebutan cumi hee, cuma memberi minuman saja.
Memang , dari anak - anak yang nambang tidak seluruhnya berasal dari lingkungan sekitar kita. Bahkan untuk menjangkau rumah yang mereka kunjungi, mereka sanggup berjalan kaki dan itu tidak dirasa karena dilakukan beramai - ramai, atau secara berkelompok.
Lain lagi cerita Icha ketika mencoba menghitung hasil nambangnya. Kata si bungsu, " enak kalau diajak halal bihalal sama orangtua, ang paow yang diterima biasanya lebih besar bila dibanding dengan ketika dilakukan bersama teman - teman sebaya.
Untuk mensikapi anak - anak nambang, saya sendiri sudah menyiapkan dengan pecahan uang rupiah, mulai dari seribuan sampai dengan sepuluh ribuan. Isi ang paow pun diibaratkan dengan route angkutan, besarnya tergantung dari dikenal tidaknya si anak semacam jauh dekatnya.
Hati - hati bagi orangtua yang anaknya sedang namabang, jangan dibiarkan begitu saja. Walau pun di lingkungan RT, tetap harus di monitor, pengalaman menunjukan adanya anak tetangga yang dipalak( diminta paksa) oleh anak yang secara fisik lebih besar.
Sebenarnya, ang paow lebaran sudah umum terjadi, bahkan ketika saya masih kecil sering berebut mengantar kue ketika sehari menjelang lebaran. Tuker menukar kue di kampung merupakan hal yang biasa dilakukan, biasanya bagi anak yang mengantar akan diberikan uang sebagi wujud perhatian.
Bedanya, nambang sekarang benar sesuai dengan kata yang tersirat, dapatnya pun menyenangkan bagi anak - anak se usia Icha.... selamat hari Raya Mohon maaf Lahir dan Batain 1 Syawal 1429 H....
Senin, 13 Oktober 2008
Nambang Lebaran
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
08.28
0
komentar
Rabu, 24 September 2008
Jangan Pernah Berhenti Untuk Berusaha
Bersyukurlah kita, bila diberi sebuah kepercayaan dan kesempatan. Laksanakan amanah tersebut dengan persiapan dan keyakinan bahwa selaku manusia bila berusaha akan mampu tampil seperti yang diharapkan.
Pengalaman menarik selama perjalanan hidup justru saya peroleh dalam posisi " terdesak ", demikian untuk mengistilahkan kondisi akibat tidak ada cara lain kecuali dari diri sendiri yang berusaha dan mencoba untuk bisa.
Tahun 90-an, ketika memperoleh kesempatan kursus ke Australia selama enam bulan diwajibkan semua peserta membuat laporan mingguan maupun bulanan. Soal laporan biasa dilakukan, namun yang namanya komputer pada waktu itu sama sekali belum tahu dan bahkan amat jarang mengelus benda tersebut.
Akibat dari sebuah kewajiban , maka mulailah belajar yang namanya off dan on komputer sampai pada mempelajari program window dalam upaya membuat sebuah laporan. Untuk memperlancar upaya proses pembelajaran, maka dengan ikhlas dan tulus menawarkan diri kepada temen temen se perjuangan untuk menerima pengetikan secara gratis.
Dengan perlahan dan pasti, maka dunia komputer bukan sebuah hal yang asing lagi sampai merambah pada dunia maya seperti email, chatting dan pada akhirnya blog yang bisa mengaktualisasi diri kita.
Hal yang sama terjadi ketika menunaikan ibadah sholat tharaweh di Mesjid Al Muhajirin Tiban, lewat ajakan beberapa jamaaah menginginkan saya untuk tampil sebagai penceramah sholat subuh maupun taraweh. Alhamdullilah, dengan rajin membuka internet beberapa materi ceramah didapat dan ketika didaulat untuk ceramah subuh, dengan sedikit gugup ( jujur ) akhirnya kepercayaan tersebut bisa dilaksanakan.
Dari berbagai pengalaman tersebut, terus terang kalau soal bicara di muka umum sepanjang itu bidang olahraga atau tugas , merupakan hal yang relatif bisa dijalani, namun kalau tentang agama, diri sadar bahwa itu masih butuh proses.
Dari pengalaman tersebut, membuktikan kepada kita semua bahwa kalau usaha yang sungguh - sungguh dan disertai ketekunan akan menghasilkan yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.
Yang perlu dalam pengembangan diri kita bahwa semua butuh proses dan waktu yang kadang bisa sebentar dan juga lama. Proses sosialisasi diri dan pengasahan kemampuan merupakan bentuk sinergi yang nantinya akan membentuk seseorang memiliki sebuah ketrampilan atau kelebihan.
Percayalah bahwa kita bisa besar, karena upaya kita yang dijalani dengan senantiasa mensyukuri apa yang telah kita peroleh,,, selamat mencoba dan berusaha...
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
15.23
0
komentar
Senin, 22 September 2008
Taksi Batam, Riwayatmu Kini
Percayalah kepada taksi bandara Hang Nadim, Batam , tidak ada tawar menawar soal harga seperti di bandara Soekarno_Hatta,Cengkareng yang tentu sudah ikut menenangkan perjalanan kita. Namun kondisi tersebut masih saja dinilai bahwa taksi Batam termasuk mahal?
Bahkan kalau taksi bandara Hang Nadim tidak akan mencari celah dengan memperpanjang jarak seperti yang pernah saya alami di Jakarta akibat tidak mengerti jalan yang paling dekat. disamping tidak ada argo, taksi Batam sudah terbiasa dengan nominal yang telah ditetapkan dari pihak pengelola taksi untuk daerah tujuan yang diinginkan oleh penumpang.
Ungkapan tersebut muncul saat adanya pelatihan bagi para sopir taksi bandara dan pelabuhan di salah satu hotel di Batam. Mensikapi maraknya jumlah taksi di Batam, secara jelas digambarkan oleh salah seorang peserta bahwa jumlah mobil taksi di salah satu pelabuhan Batam sudah over load.
Sebanyak 170-an buah taksi yang ada, sementara tiap harinya yang bisa beroperasi sebanyak 50-60 buah, hal ini tentu memberatkan bagi sopir yang secara rutin tetap harus setor uang harian kepada koperasi.
Masih seputar keruwetan soal taksi, "pesaing " taksi resmi di Batam juga cukup marak. Mobil plat hitam pun juga bersliweran bahkan mereka biasa disebut taksi gelap" berani memasang tarip yang lebih miring dibanding dengan tarip resmi taksi.
Kondisi miring tersebut menjadikan adanya perbandingan yang menyebabkan kesan " mahal " taksi Batam. Apabila persaingan secara sehat bisa diterapkan tidak mustahil bahwa permasalahan taksi di Batam bisa saja diatasi dan keberadaan taksi argo sudah tentu akan bisa diwujudkan.
Komentar para sopir taksi memang benar adanya, pertanyaan seputar memperbanyak taksi tanpa mengurangi taksi yang afkir juga menjadi pemikiran mereka, intinya butuh ketegasan dan regulasi yang jelas dari permasalahan taksi di Batam.
Pada era tahun 80-an, taksi di Batam memang masih menjadi primadona, selain bisa ngecer artinya berhaenti dimana-mana seperti bis Damri, taksi Batam pada saat itu jumlahnya memang masih memadai bila dibanding dengan penumpang yang memerlukannya, namun kondisi sekarang sudah tidak memungkinkan lagi dengan jumlah taksi resmi dan gelap serta adanya Damri hal tersebut mutlak diperlukan penataan yang lebih matang.
Kondisi seperti inilah yang nampaknya harus segera disikapi dalam ikut mensukseskan Visit Batam 2010 mendatang. Peran sopir sangat menentukan dalam kunjungan wisata untuk dapat menikmati objek maupun even wisata yang diselenggarakan di Batam. Sebagai ujung tombak yang ikut berperan hal tersebut harus segera dibenahi. Bila tidak segera dibenahi akan sulit dan menjadi kendala dalam pencapaian VB 2010...
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
08.25
2
komentar
Senin, 15 September 2008
Enak Jadi Pengamat Bola
Pengalaman menarik ketika sholat taraweh di Mesjid Al Muhajirin Tiban Indah, selain lokasi dekat rumah, sekaligus bisa mengawasi anak hadir tidaknya untuk Menjalankan sholat sunnah tersebut.
Seperti biasa usai sholat Isyak dilanjutkan dengan ceramah agama sebelum melaksanakan sholat taraweh. Ketika sebuah nama disebutkan untuk memberikan ceramah ternyata, yang bersangkutan tidak hadir, maka diberikan kepercayaan tersebut kepada Baharuddin Has yang nota bene juga seorang kepala sekolah di Tiban tersebut.
Saya tidak bicara soal materi ceramah, karena sadar diri bahwa pengetahuan saya tentang agama masih perlu ditingkatkan dan didalami. Pikiran saya justru tertuju pada soal jabatan yang disebutkan oleh pembawa acara tadi menyangkut penceramah yang tidak hadir.
Sambil pulang ke rumah, ditengah perjalanan istri saya nyeletuk. " Begitulah pa, kalau orang sudah tidak menjabat lagi,kita sudah tidak dianggap lagi. Sambil mengurangi tarikan gas motor, saya menjawab sambil sedikit " menyombongkan diri ", berbahagialah mama mendapat suami seorang pengamat bola .
Emang kenapa? jawab singkat istri saya. Jabatan yang melekat pada diri seseorang ada yang langgeng dan ada juga yang tidak. Untuk yang disebut mantan karena pernah menjabat misalnya adalah mantan gubernur, mantan presiden sampai pada jabatan kepala dinas maupun yang lainnya.
Namun saya bersyukur, kapasitas saya sebagai pengamat sepakbola Batam dengan sebutan Bung Chris jelas tidak akan pernah menjadi mantan pengamat. Inilah yang membanggakan dan pantas disyukuri oleh kita, begitu saya menjelaskan sambil menirukan gaya penceramah sholat taraweh tadi. Dengan sedikit kesel istri saya pun menjawab " Memang kecap tidak akan pernah nomer satu atau dua," selalu saja nomer satu walau kadang rasanya pun tidak cocok dengan lidah kita.
Sambil meletakkan motor revo di halaman, kami masih saja berdebat soal jabatan yang tentu menarik apalagi menjelang Pemilu 2009, banyak nama yang tidak lagi mengihiasi halaman koran menyangkut pencalonan legislatief pada periode 2009-2014 mendatang.
Nasib manusia tidak ada yang tahu, hanya nawaitu untuk merubah nasib disertai usaha keras dan doa bisa menjadikan seseorang mampu meraih cita - cita yang diinginkannya. Hakiki hidup manusia pada dasarnya adalah silahturahmi, dengan seringnya kita bersosialisasi dengan tetangga maupun masyarakat pada umumnya menjadikan diri kita dikenal dan mendapat kawan.
Pada saat kita mengalami cobaan, biasanya orang terdekat kita lah yang pertama kali akan membantu kita. Kesan yang ditimbulkan adalah rasa kesetiakawanan sosial menjadikan kita dikenal dan senantiasa akan mendapat penghargaan bukan karena suatu jabatan.
Anak sulung saya , Fitrah mengejutkan dengan sebuah pertanyaan tentang hasil pertandingan Milan melawan Genoa. Sambil berdiri dan mengajak istri masuk,saya katakan kepada Fitrah liat saja di Trans TV. mungkin belum selesai.
Tanpa menunggu jawaban, saya coba putar TV dan ternyata sedang berlangsung babak kedua partai yang mempertemukan Genoa melawan Milan tersebut sampai peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk Genoa.
Enak memang menjadi pengamat bola.....
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
08.38
0
komentar
Jumat, 29 Agustus 2008
Berhati-hatilah Dengan Anak Nomor Dua

Pengalaman berharga bagi orangtua, anak saya kedua, Fadly namanya, dia sudah duduk di bangku SMP kelas satu, laki - laki. Emang agak kuper" kurang pergaulan ", begitu pikir saya. Banyak tingkah yang kadang memanaskan hati, emosi maksudnya. Belum lama ini, mamanya dibuat marach cuma gara-gara baju sekolah kekecilan. Disuruh untuk lapor gurunya saja, tidak mau bahkan malah " memerintah " ibunya untuk yang lapor kepada gurunya.
Karuan saja menimbulkan keinginan tau saya terhadap pergaulan Anak saya tersebut di sekolahnya. " Dy, begitu saya mengawali pembicaraan. Saya tanya nama temen - temen kelas nya, dia hanya menyebut dua nama yaitu Fahrul dan Indra selebihnya dengan nada emosi dijawab tidak tau. Bahkan nama kepala sekolah pun juga tidak tahu, cuma sebatas guru matematika dan wali kelas yang kebetulan dijabatnya. selebihnya tidak tau. Tentu sebagai orangtua, ini karena tidak tahu atau malas menjawab.
Saya coba adiknya atau si bungsu Icha, Dengan lancar bisa menyebut 10 nama temen sekolah di TK Sandhi Yudha, bahkan 5 guru termasuk kepala sekolah dia sebut dengan lancarnya. Menarik dan membuat hati berbangga, atas jawaban yang dilontarkan ketika ditanya , " Dimana kantor bapaknya?. si bungsu usia 5 tahun tersebut menjawab dekat kantor Mega Mall. Sebuah jawaban yang paling tidak menunjukkan anak itu sudah bisa menggunakan logika berpikirnya. Kantor Saya memang di Batam Center dekat dengan lokasi Mega Mall atau tepatnya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Batam di gedung Pemko Batam Center.
Mencoba menganalisa terhadap anak - anak tetangga terutama yang nomer dua, ada sedikit jawaban namun perlu dibuktikan lebih jauh. Setelah ditilik, sementara dibuktikan bahwa anak nomor dua, biasanya kalau tidak pinter sekali ya nakal itu kesimpulan sementara. Boleh percaya boleh tidak.
Mungkin secara psikologis, anak kedua bisa jadi dari sisi perhatian tidak semaksimal anak pertama. Disamping itu, anak kedua senantiasa dibandingkan dengan anak pertama atau adiknya yang memiliki kelebihan dibanding dirinya. Tanpa mengajari, ada baiknya diperhatikan juga anak kedua.
Khusus bagi anak kedua yang ternyata lebih bandel dibanding dengan anak yang pertama. Dari perasaan yang dibandingkan tadi, memang terjadi dua kemungkinan yaitu merasa terpacu untuk bersaing dengan kakaknya atau malah justru berlawanan dengan maksud untuk lebih mendapatkan perhatian dari orangtuanya.
Bersyukur rasanya, kenakalan anak - anak masih dalam batasan yang bisa dikendalikan. Info ini bisa saja dijadikan bahan sudahkah adil kita terhadap anak - anak kita ?????
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
09.23
0
komentar
Senin, 25 Agustus 2008
Hujan Tidak Selalu Rugi
Jangan pernah jera dengan sebuah kepercayaan, amanah tentu harus dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan. Begitu yang ada dalam benak pikiran saya ketika acara puncak 17-an tingkat RT harus dipersiapkan.
Sabtu(23/8) hujan turun tiada henti - hentinya, niat hati tadinya mau hadir pada sebuah undangan yang bertajuk jalan santai, namun hujan mengurungkan niat tersebut dan lebih fokus pada persiapan bagaimana mempersiapkan panggung acara ke ertean tempat tinggal.
Kekawatiran akan batalnya acara yang mengundang seluruh warga dan lurah Tiban Indah tersebut senantiasa bergayut. Dibantu oleh beberapa tetangga seperti bung Ade yang pemilik media Pos Metro serta mas Kemi dan Tulang begitu kami memanggil pak Kores sedikit menghibur hati.
Hujan terus mengguyur , pinjam tenda sedikit tertunda akibat masih digunakan untuk acara lain di lokasi yang tidak jauh dari tempat kami akan menyelenggarakan acara puncak 17 an tersebut.
Rasa lapar justru tidak terasa sama sekali, bantuan tetangga dan keinginan kuat untuk menyenangkan warga membalut lapar menjadi kenyang dengan suntikan roti, kopi anget dengan sesekali mengadahkan tangan keatas lagit dengan berharap hujan segera turun.
Sebagian tetangga bilang, " Ketua panitia jangan mandi biar nggak hujan,", hal itu coba dijalani ternyata hujan juga. Justru ketika waktu menunjukkan pukul lima sore karena rasa dingin dan pemasangan tenda secara ramai - ramai telah usai justru meredakan hujan tersebut.
Bayangan warga sedikit yang hadir, justru terhapus ketika HP berbunyi menginformasikan bahwa bu Lurah Tiban Indah telah hadir, lucu rasanya kalau tuan rumah malah belum datang di tempat kegiatan. Bersyukur, ketua RT 05 RW III, Drajat telah hadir terlebih dahulu yang tentu menemani lurah tersebut.
Gerimis reda, kendati lapangan bulutangkis sedikit basah toch tidak mengurangi minat warga hadir untuk menyaksikan acara puncak yang justru kali ini luar biasa. Bayangkan saja, hampir tujuh puluhan lebih KK mau hadir tidak seperti biasanya. Inikah yang dinamakan sebuah " kepercayaan ?
Rasa bangga bergetar pada sebagian para orangtua ketika menyaksikan anak - anaknya tampil dengan liukan gerakan mengikuti irama lagu Wonder Woman yang dilantukan Mulan Jamila. Dalam hati berbisik, ternyata anak saya lebih berani tampil dibanding sang ibunya.
Sambutan warga atas kepercayaan dibuktikan dengan mampu bertahan hingga pukul 23.30 Wib. Ada cerita menarik, manusia boleh berharap untuk mendapatkan lucky draw yang berjumlah cukup banyak antara lain HP fleksi sumbangan rekan - rekan yang bekerja di Telkom Batam termasuk kompor gas dan hiburan tidak kalah menariknya.
Tidak dapat boleh saja sedikit kecewa, namun melihat yang memperoleh lucky draw justru para tetangga yang jarang " nongol", ini berarti bahwa lewat silahturahmi ternyata mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pesta tahunan memperingati HUT RI tingkat RT ternyata lebih menyenangkan, disamping anak- anak puas karena diberi kesempatan tampil, ternyata dengan hadiah hiburan lewat lucky draw juga mendekatkan kita dengan semua warga. Tidak selalu hujan berdampak menurunnya minat, justru rasa dingin dilawan dengan turunnya sebagian besar warga ikut berjoget mengikuti irama lagu yang dibawakan para penyanyi...
Merah putih telah dikibarkan
Semua orang memberi penghormatan
Hari kemerdekaan kita rayakan
menjadi semangat menuju masa depan
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
21.06
0
komentar
Selasa, 03 Juni 2008
Portugal dan Jerman Diunggulkan Lolos
Turnamen sepakbola Piala Eropa ke-13 tidak lama lagi, tepatnya Sabtu(7/6) akan digelar dengan diawali pertandingan antara tuan rumah Swiss melawan Ceska. Pagelaran empat tahunan tersebut terbukti telah mampu menggerakan para bola mania untuk begadang dan menikmati partai keras yang tidak kalah dengan Piala Dunia.
Melihat komposisi peserta, memang tidak hadirnya Inggris sebagai kontestan putaran final Piala Eropa kali ini sedikit mengurangi persaingan. Namun dengan 13 tim dari 16 tim yang berlaga, semuanya diperkuat pemain yang beredar pada Liga Premeiere, tim Oranye misalnya 7-8 pemain yang dibesut pelatih Marco Van Basten tersebut pernah bermain di Liga Inggris. Rumania, Rusia dan Italia yang tidak menyertakan pemain yang beredar di Liga Inggris.
Soal peluang, 9 tim pernah merasakan juara Eropa dengan Jerman paling dominan sebanyak 3 kali, menyusul Perancis dua kali meraih juara pada tahun 1984 dan 2000, 7 tim lainnya merasakan juara untuk pertama kalinya seperti USSR, Italia, Spanyol, Ceko, Belanda, Denmark dan Yunani.
Ulangan pertemuan Euro 2004 terjadi kembali dengan berkumpulnya Yunani, Rusia dan Spanyol berada pada Grup D tahun 2008. Empat tahun lalu, Yunani lolos bersama dengan Portugal yang akhirnya kedua tim bermain di final dan dimenangi oleh Yunani dengan skor tipis 1-0.
Melihat komposisi pemain serta kondisi terahkir yang ada saat penentuan 23 pemain yang diperbolehkan untuk bertanding, sejumlah pemain andalan tim gagal memperkuat seperti Eduardo ( Kroasia), Cannavarro(Italia),Rosicky(Ceska), Vierra ( Perancis ) sudah tentu ada sedikit pergereseran didalam strategi serta peluang yang mungkin dari peserta Euro kali ini.
Grup A yang dihuni oleh Portugal, Swiss, Ceska dan Turki peluang terbesar jelas ada pada Ronaldo dkk, prestasi pemain tim asuhan Scolari tersebut saat ini banyak menyinari klub yang dibelanya. menyusul kemudian Turki, Ceska dan tuan rumah Swiss berebut untuk mendampingi lolos perempat final.
Kunci keberhasilan Ceska menjadi finalis tahun 1996 adalah pada lini tengah yang masih diperkuat Nedved yang tahun ini pensiun dari timnas Ceska. Cidera yang dialami Rosicky jelas makin melemahkan lini vital tim tersebut untuk bersaing dengan Swiss maupun Turki.
Melihat faktor tuan rumah, Swiss yang penampilan pada Piala Dunia 2006 yang lalu kalah karena adu pinalti jelas lebih memungkinkan untuk meretas jalan lolos putaran 8 besar. Pertarungan awal melawan ceska menjadi kunci lolos tidaknya Senderros dkk melaju babak kedua.
Sementara untuk Jerman , Austria, Kroasia dan Polandia yang menempati Grup B, tiga tim yang diunggulkan adalah Kroasia, Jerman dan Poalndia. Tuan rumah Austria masih diragukan untuk bisa lolos babak kedua, prestasi tim asuhan Hicksberger tersebut lebih banyak kalah dibanding dengan menangnya.
Polandia adalah tim yang sukses pada ajang Piala Dunia, kehadiran pelatih Benhakker dibelakang tim tersebut sudah tentu ingin mengulang prestasi sukses seperti Piala Dunia 1974. Wajar Polandia bisa vini, vidi dan Vici pada gelaran Euro 2008 kali ini.
Kroasia yang amat tergantung pada kehadiran Eduardo yang mengalami cidera serta penggantinya masih belum bisa nyetel untuk membongkar lini pertahanan lawan. Klasnic maupun Petric tidak setajam bomber yang bermain di Arsenal tersebut.
Kemungkinan Polandia dan Jerman yang akan melenggang ke partai 8 besar dengan pertimbangan strategi pelatih Loew pada kubu Jerman dan Benhakker ( Polandia ) yang lebih unggul bila dibanding Bilic yang relative baru untuk tingkat putaran final serta Austria lebih diakibatkan materi pemain.
Diposting oleh
Blog Bung Chris
di
08.12
0
komentar



