Senin, 15 September 2008

Enak Jadi Pengamat Bola

Pengalaman menarik ketika sholat taraweh di Mesjid Al Muhajirin Tiban Indah, selain lokasi dekat rumah, sekaligus bisa mengawasi anak hadir tidaknya untuk Menjalankan sholat sunnah tersebut.
Seperti biasa usai sholat Isyak dilanjutkan dengan ceramah agama sebelum melaksanakan sholat taraweh. Ketika sebuah nama disebutkan untuk memberikan ceramah ternyata, yang bersangkutan tidak hadir, maka diberikan kepercayaan tersebut kepada Baharuddin Has yang nota bene juga seorang kepala sekolah di Tiban tersebut.
Saya tidak bicara soal materi ceramah, karena sadar diri bahwa pengetahuan saya tentang agama masih perlu ditingkatkan dan didalami. Pikiran saya justru tertuju pada soal jabatan yang disebutkan oleh pembawa acara tadi menyangkut penceramah yang tidak hadir.
Sambil pulang ke rumah, ditengah perjalanan istri saya nyeletuk. " Begitulah pa, kalau orang sudah tidak menjabat lagi,kita sudah tidak dianggap lagi. Sambil mengurangi tarikan gas motor, saya menjawab sambil sedikit " menyombongkan diri ", berbahagialah mama mendapat suami seorang pengamat bola .
Emang kenapa? jawab singkat istri saya. Jabatan yang melekat pada diri seseorang ada yang langgeng dan ada juga yang tidak. Untuk yang disebut mantan karena pernah menjabat misalnya adalah mantan gubernur, mantan presiden sampai pada jabatan kepala dinas maupun yang lainnya.
Namun saya bersyukur, kapasitas saya sebagai pengamat sepakbola Batam dengan sebutan Bung Chris jelas tidak akan pernah menjadi mantan pengamat. Inilah yang membanggakan dan pantas disyukuri oleh kita, begitu saya menjelaskan sambil menirukan gaya penceramah sholat taraweh tadi. Dengan sedikit kesel istri saya pun menjawab " Memang kecap tidak akan pernah nomer satu atau dua," selalu saja nomer satu walau kadang rasanya pun tidak cocok dengan lidah kita.
Sambil meletakkan motor revo di halaman, kami masih saja berdebat soal jabatan yang tentu menarik apalagi menjelang Pemilu 2009, banyak nama yang tidak lagi mengihiasi halaman koran menyangkut pencalonan legislatief pada periode 2009-2014 mendatang.
Nasib manusia tidak ada yang tahu, hanya nawaitu untuk merubah nasib disertai usaha keras dan doa bisa menjadikan seseorang mampu meraih cita - cita yang diinginkannya. Hakiki hidup manusia pada dasarnya adalah silahturahmi, dengan seringnya kita bersosialisasi dengan tetangga maupun masyarakat pada umumnya menjadikan diri kita dikenal dan mendapat kawan.
Pada saat kita mengalami cobaan, biasanya orang terdekat kita lah yang pertama kali akan membantu kita. Kesan yang ditimbulkan adalah rasa kesetiakawanan sosial menjadikan kita dikenal dan senantiasa akan mendapat penghargaan bukan karena suatu jabatan.
Anak sulung saya , Fitrah mengejutkan dengan sebuah pertanyaan tentang hasil pertandingan Milan melawan Genoa. Sambil berdiri dan mengajak istri masuk,saya katakan kepada Fitrah liat saja di Trans TV. mungkin belum selesai.
Tanpa menunggu jawaban, saya coba putar TV dan ternyata sedang berlangsung babak kedua partai yang mempertemukan Genoa melawan Milan tersebut sampai peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk Genoa.
Enak memang menjadi pengamat bola.....

Jumat, 29 Agustus 2008

Berhati-hatilah Dengan Anak Nomor Dua



Pengalaman berharga bagi orangtua, anak saya kedua, Fadly namanya, dia sudah duduk di bangku SMP kelas satu, laki - laki. Emang agak kuper" kurang pergaulan ", begitu pikir saya. Banyak tingkah yang kadang memanaskan hati, emosi maksudnya. Belum lama ini, mamanya dibuat marach cuma gara-gara baju sekolah kekecilan. Disuruh untuk lapor gurunya saja, tidak mau bahkan malah " memerintah " ibunya untuk yang lapor kepada gurunya.
Karuan saja menimbulkan keinginan tau saya terhadap pergaulan Anak saya tersebut di sekolahnya. " Dy, begitu saya mengawali pembicaraan. Saya tanya nama temen - temen kelas nya, dia hanya menyebut dua nama yaitu Fahrul dan Indra selebihnya dengan nada emosi dijawab tidak tau. Bahkan nama kepala sekolah pun juga tidak tahu, cuma sebatas guru matematika dan wali kelas yang kebetulan dijabatnya. selebihnya tidak tau. Tentu sebagai orangtua, ini karena tidak tahu atau malas menjawab.
Saya coba adiknya atau si bungsu Icha, Dengan lancar bisa menyebut 10 nama temen sekolah di TK Sandhi Yudha, bahkan 5 guru termasuk kepala sekolah dia sebut dengan lancarnya. Menarik dan membuat hati berbangga, atas jawaban yang dilontarkan ketika ditanya , " Dimana kantor bapaknya?. si bungsu usia 5 tahun tersebut menjawab dekat kantor Mega Mall. Sebuah jawaban yang paling tidak menunjukkan anak itu sudah bisa menggunakan logika berpikirnya. Kantor Saya memang di Batam Center dekat dengan lokasi Mega Mall atau tepatnya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Batam di gedung Pemko Batam Center.
Mencoba menganalisa terhadap anak - anak tetangga terutama yang nomer dua, ada sedikit jawaban namun perlu dibuktikan lebih jauh. Setelah ditilik, sementara dibuktikan bahwa anak nomor dua, biasanya kalau tidak pinter sekali ya nakal itu kesimpulan sementara. Boleh percaya boleh tidak.
Mungkin secara psikologis, anak kedua bisa jadi dari sisi perhatian tidak semaksimal anak pertama. Disamping itu, anak kedua senantiasa dibandingkan dengan anak pertama atau adiknya yang memiliki kelebihan dibanding dirinya. Tanpa mengajari, ada baiknya diperhatikan juga anak kedua.
Khusus bagi anak kedua yang ternyata lebih bandel dibanding dengan anak yang pertama. Dari perasaan yang dibandingkan tadi, memang terjadi dua kemungkinan yaitu merasa terpacu untuk bersaing dengan kakaknya atau malah justru berlawanan dengan maksud untuk lebih mendapatkan perhatian dari orangtuanya.
Bersyukur rasanya, kenakalan anak - anak masih dalam batasan yang bisa dikendalikan. Info ini bisa saja dijadikan bahan sudahkah adil kita terhadap anak - anak kita ?????

Senin, 25 Agustus 2008

Hujan Tidak Selalu Rugi

Jangan pernah jera dengan sebuah kepercayaan, amanah tentu harus dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan. Begitu yang ada dalam benak pikiran saya ketika acara puncak 17-an tingkat RT harus dipersiapkan.
Sabtu(23/8) hujan turun tiada henti - hentinya, niat hati tadinya mau hadir pada sebuah undangan yang bertajuk jalan santai, namun hujan mengurungkan niat tersebut dan lebih fokus pada persiapan bagaimana mempersiapkan panggung acara ke ertean tempat tinggal.
Kekawatiran akan batalnya acara yang mengundang seluruh warga dan lurah Tiban Indah tersebut senantiasa bergayut. Dibantu oleh beberapa tetangga seperti bung Ade yang pemilik media Pos Metro serta mas Kemi dan Tulang begitu kami memanggil pak Kores sedikit menghibur hati.
Hujan terus mengguyur , pinjam tenda sedikit tertunda akibat masih digunakan untuk acara lain di lokasi yang tidak jauh dari tempat kami akan menyelenggarakan acara puncak 17 an tersebut.
Rasa lapar justru tidak terasa sama sekali, bantuan tetangga dan keinginan kuat untuk menyenangkan warga membalut lapar menjadi kenyang dengan suntikan roti, kopi anget dengan sesekali mengadahkan tangan keatas lagit dengan berharap hujan segera turun.
Sebagian tetangga bilang, " Ketua panitia jangan mandi biar nggak hujan,", hal itu coba dijalani ternyata hujan juga. Justru ketika waktu menunjukkan pukul lima sore karena rasa dingin dan pemasangan tenda secara ramai - ramai telah usai justru meredakan hujan tersebut.
Bayangan warga sedikit yang hadir, justru terhapus ketika HP berbunyi menginformasikan bahwa bu Lurah Tiban Indah telah hadir, lucu rasanya kalau tuan rumah malah belum datang di tempat kegiatan. Bersyukur, ketua RT 05 RW III, Drajat telah hadir terlebih dahulu yang tentu menemani lurah tersebut.
Gerimis reda, kendati lapangan bulutangkis sedikit basah toch tidak mengurangi minat warga hadir untuk menyaksikan acara puncak yang justru kali ini luar biasa. Bayangkan saja, hampir tujuh puluhan lebih KK mau hadir tidak seperti biasanya. Inikah yang dinamakan sebuah " kepercayaan ?
Rasa bangga bergetar pada sebagian para orangtua ketika menyaksikan anak - anaknya tampil dengan liukan gerakan mengikuti irama lagu Wonder Woman yang dilantukan Mulan Jamila. Dalam hati berbisik, ternyata anak saya lebih berani tampil dibanding sang ibunya.
Sambutan warga atas kepercayaan dibuktikan dengan mampu bertahan hingga pukul 23.30 Wib. Ada cerita menarik, manusia boleh berharap untuk mendapatkan lucky draw yang berjumlah cukup banyak antara lain HP fleksi sumbangan rekan - rekan yang bekerja di Telkom Batam termasuk kompor gas dan hiburan tidak kalah menariknya.
Tidak dapat boleh saja sedikit kecewa, namun melihat yang memperoleh lucky draw justru para tetangga yang jarang " nongol", ini berarti bahwa lewat silahturahmi ternyata mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pesta tahunan memperingati HUT RI tingkat RT ternyata lebih menyenangkan, disamping anak- anak puas karena diberi kesempatan tampil, ternyata dengan hadiah hiburan lewat lucky draw juga mendekatkan kita dengan semua warga. Tidak selalu hujan berdampak menurunnya minat, justru rasa dingin dilawan dengan turunnya sebagian besar warga ikut berjoget mengikuti irama lagu yang dibawakan para penyanyi...
Merah putih telah dikibarkan
Semua orang memberi penghormatan
Hari kemerdekaan kita rayakan
menjadi semangat menuju masa depan

Selasa, 03 Juni 2008

Portugal dan Jerman Diunggulkan Lolos

Turnamen sepakbola Piala Eropa ke-13 tidak lama lagi, tepatnya Sabtu(7/6) akan digelar dengan diawali pertandingan antara tuan rumah Swiss melawan Ceska. Pagelaran empat tahunan tersebut terbukti telah mampu menggerakan para bola mania untuk begadang dan menikmati partai keras yang tidak kalah dengan Piala Dunia.
Melihat komposisi peserta, memang tidak hadirnya Inggris sebagai kontestan putaran final Piala Eropa kali ini sedikit mengurangi persaingan. Namun dengan 13 tim dari 16 tim yang berlaga, semuanya diperkuat pemain yang beredar pada Liga Premeiere, tim Oranye misalnya 7-8 pemain yang dibesut pelatih Marco Van Basten tersebut pernah bermain di Liga Inggris. Rumania, Rusia dan Italia yang tidak menyertakan pemain yang beredar di Liga Inggris.
Soal peluang, 9 tim pernah merasakan juara Eropa dengan Jerman paling dominan sebanyak 3 kali, menyusul Perancis dua kali meraih juara pada tahun 1984 dan 2000, 7 tim lainnya merasakan juara untuk pertama kalinya seperti USSR, Italia, Spanyol, Ceko, Belanda, Denmark dan Yunani.
Ulangan pertemuan Euro 2004 terjadi kembali dengan berkumpulnya Yunani, Rusia dan Spanyol berada pada Grup D tahun 2008. Empat tahun lalu, Yunani lolos bersama dengan Portugal yang akhirnya kedua tim bermain di final dan dimenangi oleh Yunani dengan skor tipis 1-0.
Melihat komposisi pemain serta kondisi terahkir yang ada saat penentuan 23 pemain yang diperbolehkan untuk bertanding, sejumlah pemain andalan tim gagal memperkuat seperti Eduardo ( Kroasia), Cannavarro(Italia),Rosicky(Ceska), Vierra ( Perancis ) sudah tentu ada sedikit pergereseran didalam strategi serta peluang yang mungkin dari peserta Euro kali ini.
Grup A yang dihuni oleh Portugal, Swiss, Ceska dan Turki peluang terbesar jelas ada pada Ronaldo dkk, prestasi pemain tim asuhan Scolari tersebut saat ini banyak menyinari klub yang dibelanya. menyusul kemudian Turki, Ceska dan tuan rumah Swiss berebut untuk mendampingi lolos perempat final.
Kunci keberhasilan Ceska menjadi finalis tahun 1996 adalah pada lini tengah yang masih diperkuat Nedved yang tahun ini pensiun dari timnas Ceska. Cidera yang dialami Rosicky jelas makin melemahkan lini vital tim tersebut untuk bersaing dengan Swiss maupun Turki.
Melihat faktor tuan rumah, Swiss yang penampilan pada Piala Dunia 2006 yang lalu kalah karena adu pinalti jelas lebih memungkinkan untuk meretas jalan lolos putaran 8 besar. Pertarungan awal melawan ceska menjadi kunci lolos tidaknya Senderros dkk melaju babak kedua.
Sementara untuk Jerman , Austria, Kroasia dan Polandia yang menempati Grup B, tiga tim yang diunggulkan adalah Kroasia, Jerman dan Poalndia. Tuan rumah Austria masih diragukan untuk bisa lolos babak kedua, prestasi tim asuhan Hicksberger tersebut lebih banyak kalah dibanding dengan menangnya.
Polandia adalah tim yang sukses pada ajang Piala Dunia, kehadiran pelatih Benhakker dibelakang tim tersebut sudah tentu ingin mengulang prestasi sukses seperti Piala Dunia 1974. Wajar Polandia bisa vini, vidi dan Vici pada gelaran Euro 2008 kali ini.
Kroasia yang amat tergantung pada kehadiran Eduardo yang mengalami cidera serta penggantinya masih belum bisa nyetel untuk membongkar lini pertahanan lawan. Klasnic maupun Petric tidak setajam bomber yang bermain di Arsenal tersebut.
Kemungkinan Polandia dan Jerman yang akan melenggang ke partai 8 besar dengan pertimbangan strategi pelatih Loew pada kubu Jerman dan Benhakker ( Polandia ) yang lebih unggul bila dibanding Bilic yang relative baru untuk tingkat putaran final serta Austria lebih diakibatkan materi pemain.

Senin, 26 Mei 2008

Orang Gila Tidak Turun Dari Langit

Belum lama ini, Dinas Sosial Batam menerima "pasien" kiriman warga, kondisinya sangat menggenaskan. Selain susah diajak bicara, pasien tersebut juga dalam keadaan lemah serta adanya edkit luka pada bagian punggung.
Rasa iba beberapa temen tergerak untuk memandikan dan mencoba memberikan sesuap nasi agar bisa dikoreksi info seputar dirinya. Dalam kondisi depresi berat, wanita yang diperkirakan berumur 48-an tahun tersebut menjadi "beban" dan hal ini melalui kesabaran dan telaten akhirnya dalam kurun waktu seminggu bisa dikorek nama dan asalnya.
Selama seminggu, dengan mendapatkan nama dan tempat asal lewat telepon bisa dicarikan dan ditemukan keluarga yang telah ditinggal oleh wanita tersebut selama sepuluh tahun yang lalu. Konon cerita, sebut saja Suminten ( bukan nama sebenarnya ) pernah pamitan sama keluarga untuk bekerja di Malaysia, tidak banyak diperoleh kisah perjalanannya namun yang ada kini Suminten tergeletak tidur dan tidak bisa berbuat apa - apa.
Beruntung kita bisa mendapatkan Nama dan asal Suminten, bagaimana dengan kalau untuk mencari nama saja sulit, sudah tentu menjadi beban dan juga tugas berat bagi Dinas Sosial untuk bisa memulangkannya ke daerah asal. Selama ini memang orang terlantar menjadi tanggung jwab dari Dinas Sosial untuk memulangkan ke tempat asalnya.
Tidak lama dari kehadiran Suminten, datang juga pasien lain yang kali ini bersyukur didampingi langsung oleh keluarganya dengan menyediakan tim medis sekaligus dalam perawatan beberapa hari untuk dikirim ke tempat rehabilitasi bagi penyandang gangguan jiwa.
Dinas Sosial Batam tidak ada tim medis maupun peralatan serta obat yang dibutuhkan dalam perawatan sementara bagi para penyandang masalah gangguan jiwa menjelang nantinya dikirim ke pusat rehabilitasi.
Sabtu (24/5) kemarin Suminten telah pulang ke kampung halamannya dengan didampingi anaknya yang telah lama ditinggal dan didampingi salah seorang pengurus LSM setempat.Sementara yang bersamaan datang dengan Suminten juga telah tidak di Batam dan diantar saudaranya ke tempat rehabilitasi.
Orang gila tidak datang begitu saja, sudah tentu ketika belum mengalami gangguan jiwa ada saudara maupun teman yang dikenal dan hal ini sangat memegang kunci ketika berupaya dalam penanganannya. Akibat ditelantarkan begitu saja, akhirnya mereka ( orang yang mengalami gangguan jiwa) sudah tentu akan berkeliaran di jalan dan bisa mengganggu kenyamanan dan ketentraman.
Perlu duduk bersama untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum menjadi "masalah " ada baiknya dilakukan upaya pencegahan seawal mungkin dari seluruh teknis secara lintas sektor. Bisa saja itu merupakan kiriman, walaupun belum bisa dibuktikan, dengan pertimbangan dulu tidak ada orang gila, sekarang kok ada , kalau akibat gangguan pikiran sudah tentu ada saudara/ teman dan yang dia kenal sebelum dia mengalami gangguan jiwa.
Sekali lagi, orang gila tidak datang dari langit, mudah-mudahan itu bisa dipikirkan secara bersama - sama, dan itu tidak saja menjadi tanggung jawab satu Dinas saja melainkan semua pihak, masyarakat serta pemerintah melalui tim yang telah dibentuk sesuai tupoksinya masing - masing. Batam bisa , sebelum terlambat....

Rabu, 16 April 2008

Ngaku Kalah, Emang Susah

Anak saya paling kecil Icha namanya, usia baru 5 tahun lebih. Keinginan tahu emang tinggi si bontot dari tiga bersaudara tersebut. Selasa (15/4) sore dia, telepon, " Pak bagaimana ? menang atau kalah. Dengan rasa berat saya jawab , kalah Cha, dengan alasan lawan lebih kuat. " Kok bisa kalah, begitu Icha menjawab dengan nada bertanya, sebuah pertanyaan yang tidak mesti dijawab, cukup dengan kata Bapak sudah mau pulang kok.
Berat memang untuk menjawab sebuah kekalahan, namun sebagai sebuah proses pendewasaan kepada anak kita, sudah tentu jawab aja apa adanya.Kita sudah biasa dengan berita dunia sepakbola kita, kalah bisa jadi amarah yang akan terjadi. Kambing hitam akan muncul dimana-mana. Wasit berat sebelah itu yang sering dituduhkan, tuan rumah telah intervensi aparat pertandingan mulai dari wasit sampai asisten wasit.
Kondisi tidak terima atas kekalahan juga menjalar pada saat Pilkada, baik di Maluku Utara, Jawa Barat dan sekarang Sumatra Utara,dan beberapa pengalaman terdahulu soal Pilkada. semua itu karena para pendukung calon belum siap menerima kekalahan.
Kembali pada jiwa besar untuk menerima kekalahan, kekalahan yang dialami oleh Tiban Indah FC dalam Piala Walikota VIII yang baru lalu lebih diakibatkan kurangnya persiapan. Prestasi memang tidak bisa dicapai secara instan, pengalaman menjadi juara pada Piala Walikota 2005 memang tidak bisa diulang kembali.
Waktu itu, tim dipersiapkan secara matang baik fisik maupun mental, penanganan secara kontinyu juga telah disiapkan jauh hari. Evaluasi tiap pertandingan dan uji coba dilakukan sehingga bisa memberikan koreksi atas kekurangan terhadap tim.
Satu hal yang menggembirakan dengan kekalahan ini, sebagian besar pemain meminta maaf dan menyadari kekurangan yang mengakibatkan mereka tersingkir dari putaran 8 besar Piala Walikota Batam 2008. Biasanya jarang ungkapan maaf terjadi ketika mengalami kekalahan, yang terjadi adalah lawan sudah kelewat umur dan lain sebagainya. Secara administrasi sudah jelas mereka saha sebagai pemain, berpulang kepada pencurian data, pada tingkat nasional Indonesia juga pernah dipermalukan pada U-16 tahun ketika diberlakukan screnning secara teliti.
Bila pada semua even, baik itu olahraga maupun Pilkada sudah ditanamkan bahwa ada yang kalah dan ada yang menang untuk sama - sama bisa menerima secara jiwa besar. Bagi yang menag sudah saatnya bersyukur bahwa kali ini diberi kesempatan untuk menang , sementara yang kalah juga bisa menerima belum saatnya untuk menjadi pemenang, mungkin pada kesempatan lain bisa menang.
Negeri Indonesia dari dahulu kaya dengan kebinekaragaman, namun masih juga bisa bersatu teguh dalam mengatasi permasalahan, alangkah sedihnya kalau kita berselisih cuma akibat kekalahan yang diakibatkan oleh satu pasangan atau satu tim, masih banyak lagi yang perlu kita pikirkan dengan sama - sama bersatu untuk mengatasinya.

Senin, 31 Maret 2008

The Gunners ( jangan ) Blunder

Pertemuan antara tim asuhan pelatih Wenger menghadapi klub Liverpool pada putaran delapan besar Liga Champions Rabu(2/4) dini hari nanti lebih berpihak pada Fabregas dkk untuk menapak sukses seperti tahun 2005 yang lalu dengan meraih tiket final.
Selain faktor tuan rumah, Arsenal juga diuntungkan dengan waktu recovery lebih lama dibanding dengan The Reds julukan klub Liverpool. Disamping kemenangan partai tandang melawan Bolton dengan 10 pemain akibat kartu merah Clinchy memberi suntikan motivasi bagi para pemain Arsenal.
Masa paceklik kemenangan telah dilalui oleh Gallas dkk, kembalinya Persie ikut menambah amunisi Fabregas dkk dalam membongkar lini pertahanan Liverpool yang digalang oleh Caragher dkk. Keunggulan fisik dan kecepatan yang dimiliki bisa memancing lini pertahanan lawan untuk adu speed yang selama ini dikembangkan oleh pelatih Wenger.
Pertahanan Liverpool saat ini agak rapuh menghadapi bola silang dimulut gawang Reina, dua dari tiga gol yang dicetak oleh MU seluruhnya berasal dari bola sepak pojok. Kejelian Fabregas untuk melakukan one two touch di kotak penalti Liverpool juga bisa membuat celah yang secara cerdik akan dimanfaatkan oleh Adebayor maupun Persie.
Kidal yang dimiliki oleh ujung tombak asal Belanda juga bisa dimanfaatkan untuk bola - bola mati bila Liverpool melakukan pelanggaran pada jarak yang ideal. Bahkan peran Walcott yang sering turun sebagai supersub bisa berperan ketika Arsenal mengalami kebuntuan dalam mencetak gol. Selain memiliki kecepatan, prestasi Walcott dalam Liga Champion juga ikut berperan menumbangkan juara bertahan AC Milan.
Kondisi Liverpool saat ini juga tidak begitu mendukung, pengalaman dan prestasi dalam Liga Champion dengan raihan lima kali trophy Champion merupakan nilai yang harus diperhitungkan oleh Fabregas dkk.
Mematikan pergerakan Torres dan menutup pergerakan Gerrard bisa menjadikan Liverpool akan terpancing emosi seperti ditunjukkan oleh Mascherano maupun Aurelio yang mudah terpancing. Bila mesin gol tim asuhan Benitez tersebut bisa dimatikan, peluang Arsenal untuk memetik angka penuh sangat dimungkinkan.
Unggul penguasaan bola bisa mengatur ritme pertandingan, hal itu akan dilakukan oleh Wenger seawal mungkin. Kapasitas Tourre sebagai pimpinan lini pertahanan memberi ketenangan bagi kiper Almunia dalam menjaga gawangnya.
Liverpool bisa mencuri gol bila mampu mengimbangi lini tengah Arsenal dengan tetap memainkan bola panjang untuk menugaskan Bibel, Kuyt bergerak dengan memanfaatkan lebar lapangan dengan suplai kepada Torres lebih bervariasi. kebebasan Gerrard sebagai pengatur serangan bersama Lucas diharapkan melakukan eksekusi dari jarak jauh untuk memanfaatkan bola liar.
Kiper akan pegang peranan dalam partai ini, kubu Arsenal tetap meneurunkan Almunia sebagai pertahanan terahkir dibanding dengan Lehman, Reina kendati dikecam oleh para liverpudian akibat sering melakukan blunder pada partai saat krusial masih tetap menjadi pilihan utama pelatih Benitez.
Partai " derby " Inggris ini memang harus terjadi, adu kecepatan antara kedua tim, Arsenal sedikit memodifikasi dengan umpan pendek, bila mengalami buntu, peran Walcott dan Hleb untuk membongkar dengan jangkar Fabregas serta Flamini sebagai pengatur keseimbangan. Bila tidak blunder, Arsenal lebih berpeluang pada partai kali ini.